Langsung ke konten utama

Tentang Solo

Saya pernah tinggal di Solo selama dua tahun.  Jadi, kota Solo lumayan memberikan kesan untuk perjalanan hidup saya. Saya tinggal di Solo untuk bekerja, di Bandara International Adi Soemarmo.
Pict via Google
Tapi sayangnya saya bukan tipe orang yang suka berpetualang. Jadi saya kurang maksimal memanfaatkan dua tahun saya selama di Solo. Saya jarang pergi, saya jarang main. Hidup saya habis di bandara, saya tua di sana. Oke, ini curhat.  Jadi bukan karena saya tidak suka berpetualang, tapi karena saya tidak memiliki cukup waktu untuk jalan-jalan.  Kasihan.
Dengan hidup saya yang habis di bandara bukan berarti saya tidak memiliki cerita tentang kota Solo ya. Menurut saya, Solo itu kota yang tenang, damai, adem ayem. Saya cukup nyaman tinggal di Solo, dengan budayanya, dengan masyarakatnya. Saya sangat suka dengan cara bertutur kata masyarakat Solo, mereka halus. Sangat halus.
Apa yang paling saya suka dari kota Solo? Ehm, kulinernya! Yap, memang sih saya bukan tipikal orang yang doyan coba-coba. Saya cenderung ketika sudah doyan satu makanan, saya akan kembali ke tempat yang sama dan hampir setiap hari. Iya, saya memang setia. Saya punya beberapa  makanan favorit ketika saya tinggal di Solo, diantaranya ada; nasi liwet dan soto seger. Dua makanan itu enak, dan murah!
Pict via Google
Pict via Google
Sekali makan di Solo, paling mahal saya menghabiskan uang sepuluh ribu rupiah, itupun sudah sekalian minum dan gorengannya. Pernah sekali waktu saya makan mie ayam di dekat bandara, tempatnya terpencil memang, kalau disuruh untuk kembali, saya pasti akan kesasar. Mie ayam itu harganya dua ribu lima ratus rupiah, gorengannya dua ratus lima puluh rupiah, es tehnya lima ratus rupiah. Saya merasa sangat beruntung di hari saya menemukan mie ayam semurah itu. Karena saya wanita, harga murah itu sangat membahagiakan. Oya, saya juga punya satu tempat yang dulu hampir setiap hari pula saya datangi, sampai saya pernah berpikir untuk bekerja part time di situ saking betahnya. Nama tempatnya GreenBooks Caffe. Tempatnya sederhana, tapi mereka menyediakan buku-buku untuk di baca di tempat sambil ngopi, ngobrol, atau sekedar bermain kartu dengan teman.

Tapi pernah juga saya ke sana sendirian. Waktu itu saya jomblo dan tidak berteman. Ya Allah hidup saya begini amat. Ah, walaupun waktu itu saya jomblo, saya beruntung pernah mencicip kehidupan di Solo yang adem ayem itu.
Sampai sekarang, saya masih sering main ke Solo. Iya, saya di Solo tidak memiliki tempat tinggal, tapi di Solo saya memiliki tempat untuk kembali, dan saya menyebut mereka ‘sahabat’.

Mereka teman satu kost saya ketika saya tinggal di Solo, satu kost itu juga sama-sama bekerja di bandara. Betapa membosankannya hidup saya, ya? Di kost ketemu mereka, di kerjaan ketemu mereka. Tapi mereka salah satu alasan kenapa saya selalu ingin kembali ke Solo, tentunya selain rindu makanan dan kehidupan masyarakatnya. Saya berbohong kalau saya berkata tidak merindukan Solo. Bagaimana mungkin kota sedamai itu tidak saya rindukan. Bagaimana mungkin kota yang sudah mengajarkan saya bagaimana mencari uang tidak saya singgahi kembali. Saya banyak berterima kasih pada kota Solo, di Solo saya belajar dan berproses untuk dewasa, di Solo saya mendapat pengalaman dan teman, di Solo saya bertemu sahabat yang kemudian sudah saya anggap sebagai saudara.

Terima kasih Solo, untuk keramahanya. Nanti, ketika saya sudah memiliki suami dan anak, saya akan mengajak mereka untuk mengunjungi dan menikmati damainya Solo. Saya akan bercerita tentang Solo. Tentang Solo yang nyaman, adem ayem, dan membuat rindu. Terima kasih, Solo. J



Komentar

  1. setuju. nasi liwet solo emang ngangenin. jadi pengen pulang deh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semoga Kamu Dalam Keadaan Baik

Aku selalu takut ketika terbangun dari tidur dan mengingat mimpi.

Aku selalu takut ketika memimpikan seseorang..

Bukan karena aku menganut kepercayaan primbon atau apalah, tetapi setelah bermimpi seseorang aku selalu memikirkannya; apakah ia sedang dalam keadaan baik?

Beruntung jika seseorang yang aku impikan adalah seseorang yang dengan mudah dapat aku hubungi, tetapi akan jadi merepotkan jika ia yang aku impikan adalah seseorang yang paling aku hindari.

Semoga ia, siapapun yang pernah masuk ke dalam mimpiku dan tak bisa ku hubungi walau untuk bertanya kabar, semoga sedang apapun dan bagaimanapun, ia tetap dalam keadaan baik.

November ke Dua Puluh Lima

Hai, kayaknya aku belum posting apapun ya di November ini. :D

eh eh eh, aku tahun ini udah seperempat abad lhoo. Khayalan jaman kapan gitu, di usia 23 aku pengen nikah, dan di usia 25, aku pengen punya anak. Tapi ya sudah lah ya.. toh namanya kepengenan, ndak semua yang kita inginkan harus terpenuhi kan, ya. Ndak papa..
Aku sudah bekerja sama baik dengan diriku sampai kami menginjak usia 25. Bersyuuukuuuur banget bisa bekerja sama denganmu, Ket. Makasih, ya. :*

Aku berpikir banyak tentang usia baruku ini, aku ingin menjadi Katrina yang lebih dewasa dan tahu apa yang diinginkan.

Tahun ini, hampir semua doa yang dipanjatkan untukku menyerempet ke jodoh. Aku aamiin-kan, itu doa baik pun aku menginginkan pernikahan.
Tapi begini, kamu menikah itu karena memang sudah usia atau kamu memang bahagia?
Aku pernah ada di titik aku sangat menggebu ingin menikah, tapi setelah aku pikir lagi.. hey, kamu kenapa, Ket? Apa kamu benar bahagia? Apa kamu menikah karena desakan orang tua? Apa kamu menikah …

Sedikit Bercerita

Temanku kemarin bercanda "Nggak papa, Ket. Biar kalau ada yang tanya pernah stress, ndak? Kamu bisa jawab pernah".
Ku yakin semua orang pernah mengalami setress, entah untuk hal apapun. 
Kemarin-kemarin ku merasa seperti orang setress. Aku lupa mandi, serius lupa, bukan yang males ya, bener-bener lupa. Ndak punya nafsu makan sama sekali, bahkan aku sampai pergi ke Solo buat icipin soto seger yang diidamkan, tapi toh ternyata masih ndak pengen makan juga. Aku menjadi pelupa, ndak fokus, ngalamunan, suka tiba-tiba nangis. Kepikiran bunuh diri? Kepikiran :))) gebleg yaaaaa.. ku pun menyesali pikiran itu.
Jadi, gaes, kalau kamu punya temen yang lagi sedih, apapun masalahnya, jangan kamu sepelein yaa.. mungkin menurutmu cuma 'halah gitu doang' tapi kan mana tau menurut mereka masalahnya udah bener-bener bikin mereka putus asa. Kalau temenmu ada yang cerita tentang masalahnya, coba buat dengerin, coba buat ada di sampingnya, yakinin dia kalau kamu ada buat dia. Jangan kasi…